PANDUNUSA

Perkumpulan Acarya Hindu Nusantara

Nyadran Menurut Hindu

Hingga kini tradisi nyadran masih hidup dan berkembang di kalangan masyarakat Jawa. Sebagaimana ditulis dalam buku Bausastra Jawa (1939:75), secara umum masyarakat Jawa memahami nyadran sebagai “slamĕtan ing sasi Ruwah nylamĕti para lĕluwur (ritual pada bulan Ruwah/Syaban untuk menghorati para leluhur), slamĕtan ing papan kang kramat (ritual di tempat yang dianggap kramat/suci), atau ngirim kĕmbang […]

MENABUR CINTA MEMBAUR BANGSA DALAM BINGKAI PANCASILA

Pendahuluan Indonesia adalah sebuah Negara dengan masyarakat majemuk. Kemajemukan ini ditandai oleh adanya suku-suku bangsa yang masing-masing mempunyai cara-cara hidup atau kebudayaan yang berlaku dalam masyarakat suku bangsanya sendiri-sendiri sehingga mencerminkan adanya perbedaan dan pemisahan antara suku bangsa yang satu dengan suku bangsa lainnya, tetapi secara bersama-sama hidup dalam satu wadah masyarakat Indonesia dan berada […]

KAWYASABHA: IDE PELESTARIAN SASTRA JAWA KUNA

Kawyasabha ini merupakan istilah yang merupakan penggabungan dari dua kata yaitu kata “kawya” dan “sabha”. Kata “kawya” dapat diartikan sebagai syair, atau sastra kawi itu sendiri. Bahasa Jawa Kuna disebut juga sebagai bahasa Kawi karena kebanyakan bahasa ini digunakan untuk menulis sastra-sasra Kuna. Kata “sabha” dapat diartikan sebagai “rapat atau pertemuan”. Istilah ini muncul dalam […]

KERIS: WARISAN BUDAYA PENUH MAKNA

Keris bagi kita sebagai masyarakat Indonesia bukanlah barang baru atau yang asing lagi. Akan tetapi merupakan benda yang  sudah menjadi warisan budaya nenek moyang kita yang telah mengakar dalam sendi-sendi kehidupan budaya masyarakat kita, lebih-lebih bagi masyarakat Jawa khususnya yang sangat kental dengan warisan leluhur tersebut. Namun demikian keris tidak hanya dikenal oleh masyarakat Jawa […]

Copyright Pandunusa 2018 | धर्म्य पण्डुणुस २​०१८ ॥