PANDUNUSA

Perkumpulan Acarya Hindu Nusantara

WANITA PENYANGGA DUNIA

Hari ini adalah 21 April 2018. Setiap tanggal 21 April bangsa Indonesia memperingatinya sebagai Hari Kartini, pejuang emansipasi wanita. Kartini adalah wanita yang menginspirasi hampir seluruh wanita Indonesia untuk bisa memperjuangkan hak-haknya sebagai wanita. Meski dia tidak bisa menolak kodratnya sebagai seorang wanita, Kartini tetap pejuang bagi kaumnya.

Guna memperingati hari Kartini pada tahun 2018 ini Pengurus Pusat Perkumpulan Acarya Hindu Nusantara (PP Pandu Nusa), sengaja mengutip sebuah ungkapan dalam bahasa Sanskerta स्त्रीः लोकं धरयन्ति (wanita adalah penyangga dunia). Ungkapan ini sebenarnya bukanlah hal yang berlebihan, mengingat memang wanita adalah makhluk yang sudah dianugerahi dengan banyak kelebihan.

Selain itu dalam Sarasamuscaya 240 disebutkan माता गुरुतर भूमेः (ibu atau wanita lebih berat dari pada bumi). Pujian untuk wanita dalam susastra Hindu ini adalah bukan tanpa alasan. Wanita adalah sosok yang mengandung dan melahirkan kita. Dia rela memberikan air susunya kepada kita. Dia alah sosok ibu bagi anak-anaknya. Dia yang merawat kita dengan penuh cinta dan kasih sayang. Wanita juga menjadi sosok pendidik bagi anak-anaknya. Ibu selalu menginginkan anak-anaknya menjadi anak yang cerdas. Wanita juga yang mengatur ekonomi dalam rumah tangga. Wanita di jaman now pun ada yang rela membanting tulang untuk membantu suaminya atau mencari nafkah untuk keluarganya.

Dalam Hindu wanita adalah sosok Dewi yang selalu menjadi hiasan dalam keluarganya. Tanpa wanita maka keluarga akan senantiasa ada dalam kegelapan. Tanpa wanita semua aktivitas dalam rumah tangga tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Saat wanita dihina, dicela, apalagi sampai disia-siakan, maka air sungai akan berhenti mengalir, angin akan berhenti berhembus, matahari akan enggan untuk menyinari bumi, hujan akan berhenti untuk memberikan kesuburan, dan dewi kemakmuran tidak akan pernah lagi memberikan anugerahnya. Dalam kisah Mahabharata bisa kita saksikan bagaimana wangsa Bharata hancur karena telah merendahkan derajat wanita. Cepat atau lambat, bangsa yang tidak bisa menghargai wanita akan selalu ada dalam penghancuran dan menemui kehancurannya.

Dalam Manawa Dharmasastra III.56 bahkan disebutkan:

यत्र नार्यस्तु पूज्यन्ते रमन्ते तत्र देवतः । यत्रै तास्तु न पूज्यन्ते सर्वास्तलाः क्रीयाः ॥

Di mana Wanita dihormati, di sanalah para Dewa merasa senang. Tetapi di mana Wanita tidak dihormati, tidak ada upacara suci pun yang akan berpahala.

Menurut sloka di atas jelas sekali bahwa wanita adalah sosok yang harus dipuja dan dihargai. Tidak hanya oleh anak-anaknya atau keluarganya tetapi oleh dunia. Bahkan susastra Weda mengajarkan bahwa selain istri kita, maka kita harus menganggap seluruh wanita di dunia ini sebagai ibu kita. Dengan begitu maka kita bisa menghormati seluruh wanita di dunia karena mereka adalah ibu bagi kita.

Semoga seluruh manusia bisa memaknai ini. Dan wanita yang memahami ini bisa menjadi sadar bahwa mereka adalah sosok dewi yang harus bisa menjadi permata (hira) bagi keluarganya. Oleh karena itu mereka harus menjaga permata itu supaya tidak kotor oleh debu-debu yang selalu berterbangan. Mereka adalah manusia yang harus ditempatkan seperti berlian (hira jana), bukan sebagai makhluk yang dihina dan diperlakukan seperti budak (hina jana).

Di momen yang baik ini, kami dari PP Pandu Nusa mengucapkan “Selamat Hari Kartini” untuk seluruh wanita Indonesia. Semoga nilai-nilai luhur wanita sebagaimana diungkap di atas bisa digali dan diimpelentasikan oleh seluruh bangsa Indonesia dalam kehidupannya.

Jakarta, 21 April 2018

PP Pandu Nusa

Updated: 4 May 2018 — 18:23

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright Pandunusa 2018 | धर्म्य पण्डुणुस २​०१८ ॥
%d bloggers like this: