PANDUNUSA

Perkumpulan Acarya Hindu Nusantara

IMPLEMENTASI HARI SUCI PAGERWESI




 

Implementasi Hari Suci Pagerwesi untuk Membentengi Diri dalam Keseharian

Oleh: Komang Susila (Sekjen PP Pandu Nusa)

Om Swastiatu,

Puji syukur kita panjakan kehadapan Sang Hyang Widhi sebagai pemberi kehidupan dan pembuat kehidupan ini, karena atas Asung kerta waranugrahanya kita semua masih diberikan kesehatan, kekuatan, rejeki dan pengetahuan kepada kita, sehingga masih dapat menerima dan merasakan kebesaran dan kasihnya.

Setiap orang butuh keamanan dan kenyamanan dalam menjani kehidupannya, keinginan ini merupakan kehendak setiap manusia, sehingga manusia selalu berdoa untuk mendapat perlindungan dari Sang Hyang Widhi. keamanan dan kenyamanan dapat diperoleh dari keluarga, masyarakat, pemerintah dan Sang Hyang Widhi.

Sebagai makhluk ciptaan Sang Hyang Widhi tentu perlindungan yang utama dan terutama datang dari Sang Hyang Widhi yang menciptakan manusia. Kepada Sang Hyang Widhi permohonan dan perlindungan kita selalu panjatkan agar dapat menjalani kehidupan yang penuh dengan tantangan.

Abad 21 merupakan jaman yang menuntut orang untuk memiliki kemampuan 4K (Kritis. Kreatif, Komunikasi, dan Kolaborasi), karena pada jaman ini banyak sekali berita-beri Hoax, Narkoba yang merajalela, sehingga manusia mesti mampu memagari diri atau melindungi dirinya agar tidak terjerumus pada lembah kehancuran.

Manusia perlu kritis dalam menyingkapi fenomena yang makin marak di media massa. Leluhur-leluhur kita dari zaman dahulu hingga kini telah memberikan ajaran-ajaran yang dapat dijadikan pengingat kita untuk selalu eling dan waspada akan keunikan kehidupan ini, salah satunya dengan perayaan Hari Suci Pagerwesi.

Hari Suci Pagerwesi merupakan hari suci yang datanya setiap hari Budha Kliwon wuku Sinta. Dimana wuku Sinta merupakan wuku pertama dalam siklus perputaran wuku yang berjumlah 30 wuku. Kata Pagerwesi berasal dari kata Peger yang artinya Pagar dan wesi yang sering diartikan besi. Jadi Pagerwesi adalah memberikan protek diri dengan kokoh dan kuat sehingga mampu menjalankan atau mempu melewati perputaran siklus wuku dengan baik.

Pada saat Hari Suci Pagerwesi kita melakukan permohonan kepada Sang Hyang Widhi dengan gelar beliau sebagai Hyang Pramesti Guru yakni gurunya alam semesta ini. Pada saat merayakan hari Suci Pagerwesi sepatutnya kita melakukan pemujaan kehadapan Sang Hyang Widhi dengan mengendalikan Pikiran, perkataan, Perbuatan (Tri Kaya Parisudha), sehingga hasil yang didaptkan maksimal.

Manusia dalam kesehariannya juga melakukan pemagaran diri setiap saat dengan melakukan aktivitas-aktivitas yang mampu memberikan perlindungan diri, agar perputaran harian dapat kita lewati dengan kebahagian dan keamanan. Aktivitas-aktivitas yang dapat memberikan perlindungan diri setiap saat yang kita lakukan dapat menghantarkan kita pada kehidupan yang lebih baik dialam kematian nantinya.

Agama Hindu telah banyak memberikan ajaran-ajaran atau petuah-petuah untuk selalu melakukan aktivitas yang dapat mengantarkan keselamatan dalam menjalani kehidupan ini. Aktivitas-aktivitas tersebut diantaranya:

Ketika kita baru bangun tidur sebelum melangkahkan kaki, kita diingatkan untuk bersyukur atas kesempatan yang diberikan pada hari ini dengan mengucapkan syukur dengan mengucapkan doa bangun pagi.
Sebelum kita membersihkan diri atau mandi kita, manusia telah diberikan ajaran agar berdoa terlebih dahulu kepada Dewi Gangga (Om Gangga Sarira Sudha ya Namah Swaha) sebagai dewi penghapus segala kekotoran, maka sebelum mandi berdoalah terlebih dahulu.
Kemudian sebelum kita menikmati hidangan atau makanan yang semuanya bersumber dari Sang Hyang Widhi kita patut mengucapkan rasa syukur kita dengan berdoa terlebih dahulu sebelum menikmatinya (Om Anguraha Amartadi Sanjiwani ya Namah Swaha), agar makanan yang kita makan menjadikan kita kuat, sehat, dan dapat melakukan aktivitas harian kita dengan baik.
Sebelum pergi ketempat kerja perlu juga kita memohon perlindungan kepada Sang Hyang Widhi guna memberikan keselamatan dalam perjalanan dengan melakukan Tri Sandhya di pagi hari,
Setiap kita memulai aktivitas kerja kita juga telah diingatkan agar melakukan doa (Om Awaiganam Astu Namah Sidham) supaya pekerjaan yang akan kita jalani bisa diselesaikan dengna baik.
Pada akhirnya ketika kita akan menutup siklus harian ini dengan istirahat tidur juga manusia diingatkan untuk berdoa terlebih dahulu guna tidur kita nyeyak dan tidak mengalami hal-hal yang tidak kita inginkan.

Dalam kitab suci sarasamuscaya telah juga mengingatkan kita agar mampu menghadapi kehidupan yang penuh dengan misteri, agar selalu bergaul dengan orang-orang yang memiliki keluhuran budhi. Kitab Suci Sarasamuscaya sloka 305 menyebutkan bahwa “ jika berteman, hendaknya orang-orang yang berbudi luhur saja yang menjadi teman anda, sebab kita akan mendapat kelimpahan budi luhur dari orang sadhu gunawan tersebut”. Berdasarkan arti sloka Sarasamuscaya ini jelas sekali menunjukkan jika kita bergaul dengan orang yang berbudi luhur tentu beliau akan membimbing dan mengarahkan kita untuk selalu berbuat luhur, sehingga kekeliruan-kekeliruan kita dapat kita kurangi dan menjadikan kita menjadi orang yang selalu berperilaku positif.

Sesungguhnya implementasi Hari Suci Pagerwesi tidak hanya dengan merayakan setiap 210 hari sekali namun dapat kita jadikan pedoman untuk memberikan pengingat pada kita untuk melaksankan Pagerwesi setiap hari sebagai perlindungan diri setiap saat. Jika pagerwesi telah kita mampu maknai sebagai perlindungan diri setiap saat dengan selalu berdoa dari bangun tidur sampai tidur kembali niscaya kebahagian dan perlindungan diri dapat kita raih.
Om Santih Santih Santih Om

Updated: 4 May 2018 — 22:48

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright Pandunusa 2018 | धर्म्य पण्डुणुस २​०१८ ॥
%d bloggers like this: